• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed
Tampilkan postingan dengan label Pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengertian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juni 2017

TCP Port

Juni 17, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

TCP PORT

Dalam komunikasi jaringan komputer, selain menggunakan protokol IP, jugadi gunakan protokol TCP/UDP.Kedua protokol ini bekerja bersamaan sesuai dengan Layer masing-masing, oleh karena itu dikenal sebagai protokol TCP/IP.
Untuk koneksi, TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol) mengggunakan sistem port. Port adalah mekanisme yang mendukung beberapa sesi koneksi antar komputer atau antar program. Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Oleh karena itu protokol TCP/UDP akan menambahkan port asal dan port tujuan, didalam header paket nya. Komputer atau program akan menggunakan gabungan port dan ip address untuk berkomunikasi dalam jaringan, hal ini disebut socket address.

Socket adalah program yang dibentuk oleh Sistem Operasi dan digunakan untuk mengatur jalannya tansport koneksi dalam jaringan dengan menggunakan metode identifikasi socket address.

Port menggunakan kombinasi 16bit, yang dikenal sebagai port number. Total
jumlah port yang ada adalah sebanyak 65536 port, dibagi menjadi 3 kelompok :


1. Well-known Port
Well-known port adalah port antara 0 – 1023 yang telah ditetapkan oleh
Internet Assigned Number Authority (IANA), yang digunakan untuk aplikasi-
aplikasi yang telah ditentukan. Well-known port bersifat tetap untuk aplikasi-
aplikasi tersebut. Tujuannya adalah untuk standarisasi penggunaan port untuk
aplikasi-aplikasi yang umum.
Contoh :
  • 21: FTP
  • 22: SSH
  • 23: Telnet
  • 25: Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • 53: Domain Name System (DNS)
  • 80: World Wide Web (HTTP)
  • 110: Post Offive Protocol version 3 (POP3)
  • 119: Network News Transfer Protocol (NNTP)
  • 161: Simple Network Management Protocol (SNMP)
  • 443: HTTP over Transport Layer Security/Secure Sockets Layer (HTTPS)
  • 445: microsoft-ds, Server Message Block over TCP (SMB)


2. Registered Port
Registered port adalah port antara 1024 – 49151. Port-port ini yang digunakan
oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk mendukung
aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga diketahui
dan didaftarkan oleh IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga
vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama.


3. Dynamic,Private, dan Ephemeral Port
Berada pada alamat port 49152 – 65536. Port ini tidak ditentukan oleh IANA,
digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh vendor (private), alokasi
otomatis oleh suatu program (dynamic) , dan untuk port-port yang digunakan
sementara waktu oleh suatu program (ephemeral)

Dalam suatu sistem jaringan, secara umum akan dipasang mekanisme firewall
untuk membuka/menutup port tertentu, karena port-port ini dapat digunakan
sebagai jalan masuk bagi hacker/cracker kedalam sistem jaringan atau server.
Dalam kaitannya dengan ini dikenal beberapa teknik dalam operasi port :
 
- Port Scanning: Teknik mengecek suatu port range dalam jaringan,
tujuannya untuk mengetahui adanya port-port tertentu yang masih terbuka.
 
- Port redirect: Pengalihan port, utamanya port well-known ke port tertentu.
Misal, port 80 ingin dialihkan ke port 8000.

- Port Forwarding: Meneruskan port tertentu di dalam device/komputer satu ke
port yang sama/berbeda di device/komputer yang lain. Teknik ini digunakan
umumnya untuk keperluan remote.

Rabu, 14 Juni 2017

Pengenalan Git dan Membuat Proyek Git

Juni 14, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // , // No comments

A. Pengertian

Sebelum kita menggunakan git, kita harus memahami VCS
Version control adalah sebuah sistem yang mencatat setiap perubahan terhadap sebuah berkas atau kumpulan berkas sehingga pada suatu saat anda dapat kembali kepada salah satu versi dari berkas tersebut.

Sejarah Git?
- Kecepatan.
- Desain yang sederhana.
- Dukungan penuh untuk pengembangan non-linear (ribuan cabang paralel).
- Terdistribusi secara penuh.
- Mampu menangani proyek besar seperti Kernel Linux secara efisien (dalam kecepatan dan ukuran data).




Alur Kerja

  1. Buat repositori
  2. Salin revisi
  3. Ubah, tambah, hapus
  4. Kirim perubahan ke repositori





Alur Kerja Tambahan

  • Salin repositori
  • Kirim perubahan ke repositori lain

B. Latar Belakang

Diharapkan anda dapat memahami mengapa Git ada, kenapa anda harus menggunakan dan harus melakukan pengaturan untuk menggunakannya.


C. Tujuan

Memahami kegunaan Git dan bisa menggunakan Git.


D. Alat dan Bahan

- Install Git
- Laptop


E. Durasi

Karena ini seperti Workshop jadi sekitar 7 jam.



F. Tahapan Pelaksanaan

Pertama kita harus menginstall Git dengan perintah
#apt install git
Kedua atur identitas anda:
Edit yang mau di gunakan, karena saya menggunakan nano dengan perintah seperti di bawah ini.
Cek hasil dengan perintah seprti di bawah.
#git config --list

Kemudian membuat repositori dengan perintah, dan langsung masuk ke repositori yang kita buat.
Cek repositori dengan menggunakan perintah #ls -a.

Buat text editor dengan membuat #nano mi.ml
Nano akan masuk ke ruang yang dan buat text atau tulisan yang kamu inginkan. Lalu Ctrl-x> y> enter.
Selanjutnya kita daftarkan berkas repositori untuk di simpan, dengan perintah seperti di bawah.
Coba kita cek apakah #git status berkas kita sudah di simpan di repositori, jika belum kita akn mendapati berkas kita berwarna merah.
Coba kita daftarkan kembali berkas repositori untuk di simpan di commit dengan perintah #git add mi.ml.
Kemali kita cek sudah di daftarkan apa belum.
Kemudian kita simpan perubahan yang kita berikan di repositori dengan perintah #git commit -m "mi1".

Untuk lanjut ke berikutnya kita harus daftar ke GitHub.com.
Buat repositori baru dengan nama repo disesuaikan.
dan tambahkan URL repositori ke repo lokal lalu di push.
Lalu masukan nama pengguna dan kata sandi akun GitHub.com saat di minta.
Kemudian kita masuk ke repository yang ada di Github dan diisi dengan apa yang mau di isikan.
  1. Menyalin repositori
  2. Menambah perubahan lokal
  3. Mengirim perubahan ke repositori yang lain
  4. Dipraktekan
Pertama di kolaborasi Menyalin repositori denga perintah
#git clone (URL)
Coba lihat riwayat perubahan dengan #git log
Remote repositori yang lain tetapi kita belum punya perintah origin dengan perintah di bawah. #git remote

Langsung remote dengan perintah.
Kita harus mengirim perubahaan repositori dengan perintah push seperti di bawah ini.
Langsung di cek di profil github.com

Jadi gitu dari saya jangan lupa makan, jaga kesehatan, ilmunya di sering, jangan sombong dan semoga selamat di jalan.


Referensi
http://git.puskomedia.id/
https://github.com
https://github.com/samsulmaarif

Selasa, 06 Juni 2017

Mengenal Proxmox

Juni 06, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

Pengenalan Promox

Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system. Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.
Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ. Dengan berbasis distro Debian Stable dan menggunakan kernel khusus untuk virtualisasi menjadikan Proxmox VE sebuah Bare Metal Virtualtation Platform yang power full. Bare Metal adalah sistem komputer dimana mesin virtual dipasang langsung pada komputer dalam sistem operasi tanpa diinstall terlebih dahulu aplikasi tertentu. Istilah Bare Metal mengacu pada hardisk.


Kelebihan Proxmox

Proxmox ini memiliki banyak kelebihan, antara lain :
a) Open source, sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
b) Mudah dalam instalasi dan konfigurasi.
c) Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ.
d) Mendukung berbagai format hardisk virtual.
e) Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh sedikit memory untuk menjalankan virtual server.
f) Mendukung auto backup sesuai schedule yang ditentukan baik ke internal storage maupun external storage.
g) Dapat digunakan untuk Cluster dan High Avaliablity Server.
h) Mendukung banyak model storage : LVM, iSCSI, Local Directory maupun NFS.
i) Sudah mendukung Live Migration.

Beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai Proxmox antara lain :
Proxmox Cloud Computing (Virtualisasi)
  1. Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit sehingga tidak akan bisa berjalan pada mesin 32 bit.
  2. Pada saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. Sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga.
  3. Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaitu intel VT/AMD-V.

Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox

Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan digunakan. Semakin tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk). Meski demikian, asumsi ini tidak 100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti OpenVZ yang mampu melakukan pembagian resource sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing membutuhkan 1 GB memory tidak berarti server (mesin induk) harus memiliki kapasitas memory 3 x 1 GB.
Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah :
a) Processor Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
b) Jika akan menggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model
motherboard intel VT (Virtualtation Technology) atau AMD-V.
c) Memory RAM minimal 1 GB.
d) Kapasitas hardisk minimal 20 GB.
e) NIC (Network Interface Card).


Metode Instalasi Proxmox

Sama seperti install sistem operasi berbasis Linux lainnya install Proxmox ada beberapa metode instalasi antara lain :
a. Menggunakan CD Installer
Cara ini merupakan yang sudah umum digunakan karena Proxmox sudah dikemas dalam 1 keping CD. Proses instalasi dapat dilakukan dalam beberapa langkah saja tanpa konfigurasi yang rumit.
b. Menggunakan Live USB
Cara ini memiliki cara kerja yang sama dengan menggunakan CD installer hanya berbeda pada media yang digunakan adalah USB flash. Metode ini sangat bermanfaat apabila suatu komputer tidak memiliki perangkat CD/DVD ROM.

Rabu, 31 Mei 2017

Address Pool and Model Hierarki

Mei 31, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // , // No comments

IP Pool


Dalam konteks struktur pengalamatan Internet, kolam alamat adalah seperangkat alamat Protokol Internet yang tersedia pada tingkat manapun dalam hirarki alokasi alamat IP. Di tingkat atas, kolam alamat IP dikelola oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA).
Kolam alamat IPv4 total berisi alamat 4 294 967 296 (2 32 )

Kolam alamat IPv6 adalah alamat 2 128 (340 282 366 920 938 463 463 374 607 431 768 211 456 ).

Dalam konteks desain aplikasi, kolam alamat mungkin merupakan tersedianya satu set alamat ( alamat IP, alamat MAC ) yang tersedia untuk aplikasi yang dibagi di antara penggunanya, atau tersedia untuk alokasi kepada pengguna, seperti di Konfigurasi host dengan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP).


Model Hierarki


Model database Hierarki merupakan model data yang dimana data tersebut diatur dengan struktur data tree. Struktur ini dapat mewakili informasi menggunakan hubungan child/parent: setiap parent dapat memiliki banyak child, tetapi setiap child hanya boleh memiliki satu parent (yang dikenal juga dengan hubungan 1-ke-banyak). Seluruh atribut dari record yang ditentukan telah diatur dengan tipe entitas.

Pada database tipe entiti sama dengan tabel. Setiap record individual diwakili sebagai baris, dan setiap atribut sebagai kolom. Juga dikenal sebagai hubungan satu-ke-banyak. Model ini dikenal sebagai model database awal yang diciptakan oleh IBM pada tahun 1960-an.

Sejarah
Model data hierarki kehilangan daya tariknya sebagai Model Relasional Edgar F.Codd menjadi standar de facto yang digunakan secara virtual oleh seluruh sistem manajemen database saat ini. Implementasi Database Relasional dari model hierarki pertama sekali dipublikasikan pada tahun 1992.

Referensi
https://www.wikipedia.org/ 

Senin, 29 Mei 2017

Apa itu PPPoE?

Mei 29, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments


Protokol Point-to-Point over Ethernet ( PPPoE

Protokol jaringan untuk mengenkapsulasi frame PPP di dalam frame Ethernet . Ini muncul pada tahun 1999, dalam konteks booming DSL sebagai solusi untuk paket tunneling melalui koneksi DSL ke jaringan IP ISP , dan dari sana ke seluruh Internet . Sebuah buku jaringan tahun 2005 mencatat bahwa "Sebagian besar penyedia DSL menggunakan PPPoE, yang menyediakan otentikasi , enkripsi , dan kompresi ."
Penggunaan PPPoE yang umum melibatkan penggunaan fasilitas PPP untuk mengotentikasi pengguna dengan nama pengguna dan kata sandi, yang didominasi oleh protokol PAP dan jarang terjadi melalui CHAP .

Pada peralatan customer-premises, PPoE dapat diimplementasikan baik di perangkat gateway hunian terpadu yang menangani kedua mode DSL modem dan IP routing atau dalam mode modem DSL sederhana (tanpa dukungan routing), PPPoE dapat ditangani di belakangnya pada sebuah Router Ethernet-only terpisah atau bahkan langsung di komputer pengguna. 

Tahap PPPoE


Penemuan PPPoE
Karena koneksi PPP tradisional terbentuk di antara dua titik akhir melalui tautan serial atau rangkaian virtual ATM yang sudah ada selama dial-up, semua frame PPP yang dikirim ke kabel pasti akan sampai ke ujung yang lain. Tapi jaringan Ethernet adalah multi-akses dimana setiap node dalam jaringan dapat mengakses setiap node lainnya. Frame Ethernet berisi alamat hardware dari node tujuan ( MAC address ). Ini membantu frame mencapai tujuan yang diinginkan.

Oleh karena itu sebelum bertukar paket kontrol PPP untuk menjalin koneksi melalui Ethernet, alamat MAC dari dua titik akhir harus diketahui satu sama lain sehingga dapat dikodekan dalam paket kontrol ini. Tahap PPPoE Discovery melakukan persis seperti ini. Selain itu juga membantu membentuk ID Sesi yang dapat digunakan untuk pertukaran paket lebih lanjut.

Sesi PPP
Setelah alamat MAC dari rekan diketahui dan sebuah sesi telah ditetapkan, tahap Sesi akan dimulai.


PPPoE Discovery (PPPoED)

Meskipun PPP tradisional adalah protokol peer-to-peer, PPPoE secara inheren merupakan hubungan antara klien-server karena beberapa host dapat terhubung ke penyedia layanan melalui satu sambungan fisik.
Proses Discovery terdiri dari empat langkah antara komputer host yang bertindak sebagai client dan akses concentrator pada ujung penyedia layanan internet bertindak sebagai server. Mereka diuraikan di bawah ini. Langkah kelima dan terakhir adalah cara untuk menutup sesi yang ada.


Client ke server: Inisiasi (PADI) 
PADI adalah singkatan dari PPPoE Active Discovery Initiation.
Jika pengguna ingin "dial up" ke internet menggunakan DSL, maka komputer mereka terlebih dahulu harus menemukan konsentrator akses DSL (DSL-AC) di tempat kehadiran penyedia layanan Internet pengguna (POP). Komunikasi melalui Ethernet hanya dimungkinkan melalui alamat MAC . Karena komputer tidak mengetahui alamat MAC dari DSL-AC, ia mengirimkan paket PADI melalui siaran Ethernet (MAC: ff: ff: ff: ff: ff). Paket PADI ini berisi alamat MAC komputer yang mengirimkannya.


Server ke client: Offer (PADO)
PADO adalah singkatan dari PPPoE Active Discovery Offer. Begitu komputer pengguna mengirimkan paket PADI, balasan DSL-AC dengan paket PADO, dengan menggunakan alamat MAC yang disertakan dalam PADI. Paket PADO berisi alamat MAC dari DSL-AC, namanya (misalnya LEIX11-erx untuk DSL-AC T-Com di Leipzig ) dan nama layanannya. Jika lebih dari satu jawaban DSL-AC POP dengan paket PADO, komputer pengguna akan memilih DSL-AC untuk POP tertentu dengan menggunakan nama atau layanan yang tersedia.




Referensi
https://en.wikipedia.org/wiki/Point-to-point_protocol_over_Ethernet 

Rabu, 24 Mei 2017

Basic Network (Dasar Jaringan)

Mei 24, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

Dasar Jaringan

Serangkali kita mendengar kata internet, sekilas mungkin kita akan berpikir bahwa namanya internet merupakan sebuah jaringan yang sangat besar dan terdiri banyak komputer, atau bahkan bagi orang yang awam internet sering diartikan sebagai browsing, chatting, dan lain-lain.

Pengertian ini merupakan sebuah pandangan yang kurang benar. Karena sebenernya internet adalah kumpulan dari jaringan-jaringan kecil dan besar yang saling terhubung secara real-time atau terus menerus di seluruh dunia. Dalam suatu sistem jaringan, dimana seluruh komputer saling bebagi data dan resources satu sama lain sehingga tercapai efisiensi dalam pemanfaatan teknologi, amat di butuhkan perangkat-perangkat khusus dan instalasi tertentu.

Pada bab ini akan saya jelaskan beberapa peralatan yang digunakan dalam sistem jaringan.

Topologi Jaringan 

Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat di transfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Karena suatu perusahaan memiliki keinginan atau kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat di hubungkan. struktur Geometric ini disebut  dengan LAN Topologies.

Terdapat 6jenis topologi yaitu:
  • Bus
  • Ring 
  • Star
  • Mesh
  • Extended Star
  • Hierarchical Topology

Setiap topologi memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasnya menggunakan media sebagai berikut:
  •  Twisted Pair
  • Coaxial Cable
  • Optical Cable
  • Wireless

Topologi di bagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topology dan Logical Topology. Di bawah ini adalah jenis-jenis Physical Topologi.

1. Topologi Bus atau Daisy Chain.
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
  2. umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
  3. signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
  4. problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.


2. Topologi Ring.
Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
  1. lingkaran tertutup yang berisi node-node
  2. sederhana dalam layout
  3. signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
  4. problem: sama dengan topologi bus
  5. biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star.

3. Topolog Star
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut
  • setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  • keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
  • dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.

4. Topologi Extended Star
Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu :
  1. setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
  2. Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
  3. keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus.
  4. tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.


5. Topologi hierarchical
Topologi ini biasa disebut sebagai topolodi tree. Dibangun oleh seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.


6. Topologi Mesh
MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

Tipe Jaringan

Dalam jaringan terdapat tiga buah peran yang dijalankan. Yang pertama adalah client. Peran ini hanya sebatas pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya (sharing), informasi, dan lain-lain. Peran kedua adalah sebagai peer, yaitu client yang menyediakan sumber daya untuk dibagi kepada client lain sekaligus memakai sumber daya yang tersedia pada client yang lain (peer to peer). Sedangkan peran yang terakhir adalah sebagai server, yaitu menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh client tetapi tidak memakai sumber daya yang disediakan oleh client. Dibawah ini akan dijelaskan jenis-jenis jaringan yang ada.


1. Jaringan Berbasis Server
Jaringan berbasis server atau client-server diartikan dengan adanya server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat.

Pada Windows NT, Windows 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain-domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controlle. Terdapat satu pengendali domain utama atau Primary Domain Controller (PDC) dan beberapa domain controller pendukung atau backup Domain Controller (BDC) yang membantu PDC pada waktu-waktu sibuk atau pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu.

Primasry Domain Controller juga diterapkan di dalam jaringan yang menggunakan server Linux. Software yang cukup andal menangani masalah ini adalah samba yang sekaligus dapat digunakan sebagai penyedia layanan file dan print yang membuat computer Windows dapat mengakses file-file di mesin Linux dan begitu pula sebaliknya.


Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :

  1. Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan back-up data di saat kritis. Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karena data tidak tersebar di beberapa computer.
  2. Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di satu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah dioptimalkan membuat jaringan berjalan lebih cepat daripada jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan.
  3. Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukkan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.

2. Jaringan Peer-to-peer
Setiap computer di dalam jaringan peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan computer lain yang telah memberi
izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah computer sedikit, dibawah sepuluh workstation.

Keuntungan menggunakan jaringan peer adalah :


  1. Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software server.
  2. Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah.

Kerugian menggunakan jaringan peer adalah :

  1. Sharing sumberdaya pada suatu komputer didalam jaringan akan sangat membebani computer tersebut.
  2. Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah.

3. Jaringan Hybrid
Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan di waktu bersamaan juga dapat memanfaatkan seumber daya yang disediakan oleh server.
Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.

Senin, 22 Mei 2017

Mengenal PPTP

Mei 22, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // , // No comments


Protokol Tunneling Point-to-Point ( PPTP )

Metode usang untuk mengimplementasikan jaringan pribadi virtual , dengan banyak masalah keamanan yang diketahui. PPTP menggunakan saluran kontrol TCP dan terowongan GRE untuk mengenkapsulasi paket PPP .
Spesifikasi PPTP tidak menjelaskan fitur enkripsi atau otentikasi dan bergantung pada Protokol Point-to-Point yang terowongan untuk mengimplementasikan fungsi keamanan.

Namun, pengiriman implementasi PPTP yang paling umum dilakukan dengan keluarga produk Microsoft Windows menerapkan berbagai tingkat otentikasi dan enkripsi secara native sebagai fitur standar dari tumpukan Windows PPTP. Penggunaan protokol ini dimaksudkan untuk memberikan tingkat keamanan dan tingkat akses jarak jauh yang sebanding dengan produk VPN biasa.

Deskripsi

Terowongan PPTP di instantiasikan dengan komunikasi ke peer pada port TCP 1723. Sambungan TCP ini kemudian digunakan untuk memulai dan mengelola terowongan GRE ke peer yang sama. Format paket PPTP GRE tidak standar, termasuk bidang bilangan acknowledgment baru yang menggantikan bidang perutean khas di header GRE.  
Namun, seperti pada koneksi GRE biasa, paket GRE yang dimodifikasi tersebut secara langsung dienkapsulasi ke dalam paket IP, dan dilihat sebagai nomor protokol IP 47. Terowongan GRE digunakan untuk membawa paket PPP yang dienkapsulasi, yang memungkinkan terowongan protokol yang dapat dibawa masuk PPP, termasuk IP, NetBEUI dan IPX.

Penggunaan
  • Koneksi antar router over Internet yang bersifat secure.
  • Untuk menghubungkan jaringan local over WAN.
  • Untuk digunakan sebagai mobile client atau remote client
    yang ingin melakukan akses ke network local (Intranet)
    sebuah perusahaan.
Koneksi PPTP menggunakan TCP port 1723 dan IP
protocol 47/GRE.


Karakteristik

Setelah PPTP tunnel terbentuk, data dari user ditransmisikan antara PPTP client dan PPTP server. Data yang ditransmisikan dalam bentuk IP datagram yang berisi PPP paket. IP datagram dibuat dengan menggunakan versi protokol Generic Routing Encapsulation (GRE) internet yang telah dimodifikasi. 
Struktur paket data yang dikirimkan melalui PPTP dapat digambarkan sebagai berikut: 
Cara Kerja

Cara kerja PPTP dimulai dari sebuah remote atau PPTP client mobile yang membutuhkan akses ke sebuah LAN private dari sebuah perusahaan. Pengaksesan dilakukan dengan menggunakan ISP lokal. Client (yang menggunakan Windows NT Server versi 4.0 atau Windows NT Workstation versi 4.0) menggunakan Dial-Up networking dan protokol remote access PPP untuk terhubung ke sebuah ISP.

Client terhubung ke Network Access Server (NAS) pada fasilitas ISP. NAS di sini bisa berupa prosesor front-end, server dial-in atau server Point-of-Presence (POP). Begitu terhubung, client bisa mengirim dan menerima paket data melalui internet. NAS menggunakan protocol TCP/IP untuk semua trafik yang melalui internet.

Setelah client membuat koneksi PPP ke ISP, panggilan Dial-Up Networking yang kedua dibuat melalui koneksi PPP yang sudah ada. Data dikirimkan menggunakan koneksi yang kedua ini dalam bentuk IP datagram yang berisi paket PPP yang telah ter-enkapsulasi.

Panggilan yang kedua tersebut selanjutnya menciptakan koneksi VPN ke server PPTP pada LAN private perusahaan. Koneksi inilah (melalui panggilan kedua) yang di-istilahkan sebagai tunnel (lorong). Berikut ini gambar yang menjelaskan proses tersebut: 


Sebuah proses pengiriman paket data ke sebuah komputer pada jaringan privat dengan me-routing paket data tersebut melalui beberapa jaringan yang lain, misalnya Internet. Router-router jaringan yang lain tidak bisa mengakses komputer yang berada pada jaringan privat. Oleh karena itu, tunneling memungkinkan jaringan routing untuk mentransmisikan paket data ke komputer penghubung, seperti PPTP server, yang terhubung ke jaringan routing dan jaringan privat.

PPTP client dan PPTP server menggunakan tunneling untuk merutekan paket data secara aman ke komputer yang berada pada jaringan privat melalui router-router yang hanya mengetahui alamat server penghubung jaringan privat.

Mengenal apa itu VPN

Mei 22, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

Virtual Private Network (VPN)

Sebuah jaringan komputer dimana koneksi antar nodenya memanfaatkan jaringan public (Internet / WAN) karena mungkin dalam kondisi atau kasus tertentu tidak memungkinkan untuk membangun infrastruktur jaringan sendiri.
Interkoneksi antar node seperti memiliki jaringan yang independen yang sebenarnya dibuatkan koneksi atau jalur khusus melewati jaringan public.

Pada implementasinya biasanya digunakan untuk membuat komunikasi yang bersifat secure melalui jaringan Internet, tetapi VPN tidak harus menggunakan standard keamanan yang baku seperti Autentikasi dan enkripsi. Salah satu contohnya adalah Penggunaan VPN untuk akses network dengan tingkat security yang tinggi di system reservasi ticket.

Network VPN
Virtual Private Network. Jaringan Data yang bersifat independen yang memanfaatkan infrastruktur jaringan public.




Type VPN
VPN bisa diimplementasikan di berbagai type
network :
Routed Network :
VPN yang dilakukan di network yang sudah
melewati multi hop router atau melewati internet.
Contohnya adalah menggunakan PPTP.

Bridge Network :
VPN yang diimplementasikan di network yang
masih satu switch (satu network bridge).
Contohnya adalah menggunakan PPPoE.


Jumat, 12 Mei 2017

Konsep Menejemen Proyek di bidang IT

Mei 12, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah.

Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.

Prinsip Umum Manajemen Proyek George R. Terry telah merumuskan fungsi fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Paling terpenting adalah Fungsi 4 ini.


A. Planning (Perencanaan)
   Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna
mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan
yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi
tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan).
Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang
tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing.

Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
•Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
•Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
•Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
•Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.


B. Organizing (Pengorganisasian)
   Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.

Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
• menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
• membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
• mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.

Dalam fungsi organizing, koordinasi merupakan mekanisme hubungan struktural maupun fungsional yang secara konsisten harus dijalankan. Koordinasi dapat dilakukan melalui mekanisme :
• koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
• koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
• koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).


C. Actuating (Penggerakan)
Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan mengarahkan dan memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
• Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
• Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
• Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.


D. Controling (Pengendalian)
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah
dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang) terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.

Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas
seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
• Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
• Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang, peralatan, bahan)
• Prosedur dan cara kerjanya
• Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran. Controlling harus bersifat obyektif dan harus dapat menemukan fakta-
fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai
faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah
memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk
memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.


Referensi
www.mikrotik.co.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek

Selasa, 02 Mei 2017

Mengenal VLAN

Mei 02, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
Virtual LAN (Virtual Local Area Network) atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.

Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team.

B. Keuntungan VLAN
 
Penerapan sebuah teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel untuk mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:


Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.

 Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.

 Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk

 Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.

 Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.

 Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
 C. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/VLAN 



Rabu, 26 April 2017

PERALATAN JARINGAN

April 26, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

PERALATAN JARINGAN


Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling
dihubungkan untuk berbagi sumber daya.

Peralatan jaringan yang umum dipakai adalah sebagai berikut:

1. MODEM
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan
bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa ( carrier ) dan
siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat
komunikasi dua arah.
Jenis Modem :

a. Modem ADSL
Modem teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan
berselancar internet dan menggunakan telepon analog secara berbarengan. Caranya sangat mudah, untuk ADSL diberikan sebuah alat yang disebut sebagai Splitter atau pembagi line. Posisi Splitter ditempatkan di depan ketika line telepon masuk. Artinya anda tidak boleh mencabangkan line modem untuk ADSL dengan suara secara langsung. Alat Splitter berguna untuk menghilangkan gangguan ketika anda sedang menggunakan ADSL modem. Dengan Splitter keduanya dapat berjalan bersamaan, sehingga pengguna dapat menjawab dan menelpon seseorang dengan telepon biasa. Di sisi lain, pengguna tetap dapat terkoneksi dengan internet melalui ADSL modem.
Modem ADSL umumnya memiliki dua tipe yang konek ke komputer:
1. USB (Universal Serial Bus)
2. Ethernet/ LAN port
Modem ADSL juga ada yang digabungkan dengan Fitur Wireless sehingga bisa
mendistribusikan koneksi ke perangkat wireless atau ke laptop langsung.

Koneksi ADSL ke ClearOS bisa menggunakan tipe external static (ditentukan ip
addressnya secara manual), external dinamic (Modem dienable DHCP server)
atau external PPPOE ( modem mode bridge, masukan user dan password dari ISP di Server ClearOS). Untuk external static dan dinamic, user dan password
dimasukkan di modem,modem mode router.

b. Modem GSM/ CDMA
Modem GSM/CDMA support dengan tipe jaringan GPRS/EDGE dan 3G/HSDPA yang merupakan layanan internet dari operator selular. Modem GSM/CDMA memakain koneksi USB untuk terhubung ke komputer client.
c. Modem Satelit/VSAT
VSAT (dalam bahasa Inggris, merupakan singkatan dari Very Small Aperture
Terminal
) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima
berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Komponen VSAT, terdiri dari:

• Unit Luar ( Outdoor Unit (ODU):
1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang
pada atap, dinding atau di tanah.

2. BUC ( Block Up Converter ), yang menghantarkan sinyal informasi ke
satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).

3. LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit.
Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).

• Unit Dalam ( Indoor Unit (IDU)):
1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel
Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel
berukuran panjang tidak lebih 50 meter.

2. IFL ( Inter Facility Link ). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU.
Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya
menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
d. Modem Kabel
Modem kabel digunakan untuk untuk koneksi internet via saluran TV kabel. Kabel yang digunakan tipe coaxial.
2. HUB dan SWITC
Secara fisik HUB dan SWITCH sama, kegunaan secara umum pun sama yaitu
menghubungkan antara device jaringan dan/atau antara komputer dalam jaringan. Tetapi

a. HUB
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi
pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan
sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel.
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.

Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat
yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi
tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang
sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman
ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat
mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision. Sebenarnya cara kerjanya berbeda jauh.

Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port. 
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

b. SWITCH
Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada
pada layer 2 (Datalink Layer) dan ada yang layer 3 (Network Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port. Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya. Perbedaan cara kerja ini menjadi perbedaan mendasar antara hub dengan switch. Perbedaan ini pula mengakibatkan transfer data switch lebih cepat daripada hub karena switch langsung mengirim paket data ke komputer tujuan, tidak mengirim ke seluruh port yang ada (broadcast) sehingga bandwidth yang ada pada switch dapat digunakan secara penuh.


Manageable Switch VS Unmanageable Switch
Switch yang beredar dipasaran ada dua jenis, unmanageable dan manageable. Jika kita beli selama ini kemungkinan besar jenis unmanageable switch. Manageable switch memiliki kelebihan-kelebihan tertentu dibanding unmanageable switch (tentunya dikomparasi dengan harga yang lebih mahal dibanding unmanageable switch)

Fungsi-fungsi Manageable Switch sebagai berikut:
- Mengaktifkan/menonaktifkan port-port tertentu.
- Memberi prioritas lebih tinggi untuk port tertentu.
- Mengaktifkan pengaturan bandwith untuk masing-masing port.
- Snmp monitoring dan mencek apakah peralatan yang terhubung ke switch aktif atau tidak.
- link aggregation, menggabungkan beberapa port menjadi satu koneksi untuk
mendapatkan bandwidth yang lebih besar.



3. NIC (Network Interface Card) / LAN Card
NIC (network interface card) adalah expansion board yang digunakan supaya komputer dapat dihubungkan dengan jaringan. Sebagian besar NIC dirancang untuk jaringan, protokol, dan media tertentu. NIC biasa disebut dengan LAN card (Local Area Network Card).
LAN Card yang secara umum dipakai, berbasis teknologi Ethernet.

Ethernet LanCard jenisnya ada dua :
1. 10/100 BaseT
Bekerja di kecepatan maksimal10mbps sampai 100mbps
2. Gigabit Lan
Bekerja di kecepatan maksimal 1000mbps/1 gbps

Tipe konektor LanCard ada dua :
1. BNC : untuk kabel Coaxial.
2. RJ45 : untuk kabel UTP/STP (ini yang secara umum dipakai)
Berdasarkan jumlah port :
1. Single Port LanCard
2. Multiport LanCard
Secara umum, Lancard menggunakan slot PCI untuk terhubung dengan Motherboard, tetapi dengan perkembangan yang ada sekarang, dan mulai di pakenya port PCI express, maka lancard ada yang memakai port PCIe. Cirinya, boardconectornya lebih pendek dibanding PCI biasa.