• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Sabtu, 06 Mei 2017

Konfigurasi Mikrotik Dasar

Mei 06, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // 4 comments

Assalamualaikum wr.wb.
Disini saya akan menjelaskan teknis konfigurasi mikrotik dasar menggunakan WinBox dan simak konfigurasi kalau perlu langsung praktekan.

Alat & Bahan 
1. Laptop
2. Routerboard Mikrotik 
3. kabel UTP

A. Identity
Coba bayangkan jika dalam satu jaringan kita memiliki banyak device yang samasemua judul penamaannya, karena itu kita harus mengganti identitas agar tidak salahdalam konfigurasinya.
Untuk lewat CLI dengan perintah
[admin@smk]>system identity set name=smk

Kalau melakukan dengan winbox langsung dengan router
System> Identity setelah di apply> ok layar atas winbox berganti nama atau ditambahkan nama.

B. User Login Management
User login management log in digunakan pengguna sebagai aturan untuk
mengakses routerboard. PMenu ini bisa di buka di System> Users menejemen user dapat di kelompokan menjadi 2 kelompok yaitu:
- USER = Pengguna ini berisi (username & password) dari suatu user.
- GRUP = profil pengelompokan user berdasarkan penentuan privilage yang di
dapat dari suatu user. Disini ada sebuah perbedaan lagi seperti kita menggunakan hak akses yaitu:
  1. Full : User dapat melihat, menulis konfigurasi dan dapat melakukan
    konfigurasi dengan bebas.
  2. Read : User hanya dapat melihat isi menu dalam routerboard tersebut dan
    tidak dapat melakukan konfigurasi.
  3. Write : User hanya dapat mengkonfigurasi saja dan tidak bisa melihat hasil konfigurasi tersebut.
Untuk bisa mengkonfigurasi mode GROUP bisa di lakukan pada menu System > User > Groups.
C. Merubah Tanggal dan Waktu
Merubah tanggal dan waktu pada mikrotik, merupakan lab dasar tapi sangat
berpengaruh sangar besar kepada kita, kenapa? Karena waktu pada routerboard bisa menunjukkan suatu kejadian yang terjadi pada routerboard. Oleh karena itu merubah tanggal dan waktu pada routerboard menjadi up to date sesuai dengan pengaturan waktu yang berlaku adalah sautu keharusan yg harus dilakukan.

Untuk pengaturan dengan via CLI dengan perintah yaitu:
[admin@smk]> system clock set time=21:59:00 date=oct/20/2016 time-
zonename=Asia/Jakarta


Penjelasan perintah diatas sebagai berikut, bisa dilihat pada pengisian time kita harus mengisiknnya secara lengkap yaitu Jam:menit:detik kemudian pada bagian date kita harus mengisikannya denga format Bulan/Tanggal/Tahun. Untuk bagian bulan tidak dapat diisikan denga nominal angka, jadi harus menggunkan 3 katad depan bulannya dalam format Inggris. Kemudian sesuaikan Zona Waktu yang berlaku.

Untuk mode GUI bisa bisa pada menu system > clock, kemudian isikan waktu,
tanggal dan juga zona waktunya.
D. Backup Binary
Kita harus menyimpan konfigurasi di router yang kita gunakan dengan memilih menu Files> Backup klik di Backup lagi dan kasih nama dan password agar aman saat membuka konfigurasi tersebut dan bisa memindah file bisa dengan cara drag and drop file binary ke PC yang kita gunakan.
Sesudah itu kita reset router dengan memilih menu System> Reset dan centang No-Defaults Configuration + Do not Backup klik ok, tunggu dan kembali ke tampilan awal winbox.
Pilih file Backup yang akan di buka kembali pilih submenu Restore pada file dengan menambahkan nama dan password yang kamu masukan di saat mebackup konfigurasi restore.
E. Export & Import
Untuk export dan import pada konfigurasi kali ini saya akan mencontohkan export seluruh konfigurasi router. Sebelumnya buka menu new terminal pada winbox.

Untuk perintah konfigurasi seluruhnya sebagai berikut:
[admin@smk] > export file=config-SMK

Selanjutnya untuk sebagian konfigurasi sebagai berikut:
  Sesudah kamu lakukan perintah di terminal akan tampil file konfigurasi config-SMK.rsc klik kanan pada file konfigurasi tersebut dan di download file tersebut setelah di download file tadi di hapus klik (-), kemudian reset router masuk ke menu System> Reset Configuration centang No-Defaults Configuration & Do Not Backup klik reset configuration.
Lalu connect kembali ke winbox dan hasilnya konfigurasi itu tidak ada dan perlu di Uploud kembali ke files dan openakan muncul file konfigurasi tapi harus di Restore.


Klik file konfigurasi itu dan Restore klik yes.
Konfigurasi itu tampil kembali di router tersebut.
F. Konfiurasi IP Address pada RouterBoard
Pertama kita akses routerboard menggunakan winbox.
Setelah masuk ke winbox kita masuk ke menu IP> Address untuk menanmbahkan IP pada interfaces ethernet yang terubung laptop atau PC, yang kita setting adalah IP address: 192.168.33.1/28 kita tambah di ether 3
Kita akan aktifkan fitur Wireless, pada menu Wireless> Interfaces aktifkan wlan1 dengan klik enable.
Sesudah itu double klik pada interfaces wlan1, untuk mengkonfigurasi wireless menjadi mode station (client) agar bisa terhubung ke access point, untuk teknis di submenu mode: station, band: 2GhzB/G/N (bisa berubah-ubah band sesuai access point)
Kemudian klik scan untuk mencari access point yang kamu hubungkan ke router, lalu klik name yang kamu pilih terus pilih connect.
Karena access point yang kita pilih memiliki keamanan password, kita sebagai client station harus menambah password dengan memilih Security Profile agar router kita dapat terhubung ke access point yang kita pilih.
Untuk menambahkan (+) password kita masukan ke WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key
Masuk lagi pada menu Interface> Wireless untuk memasukan security profile yang tadi kita buat klik security profile pilih name yang di buat.
Kemudian konfigurasi DHCP Client, pada interfaces wlan1, yang di konfigurasi pada dhcp client adalah interfaces= wlan1, kemudian tunggu sampai status bound kalau sudah bound bisa di cek ke IP> Address

Sesudah itu kita test koneksi internet kita apakah sudah terhubung ke internet ketik perintah ping google.com pada new terminal.
Kemudian konfigurasi NAT Network Address Translation agar laptop atau pc kita bisa terhubung ke internet. NAT ini berfungsi menterjemahkan alamat IP private ke IP public. NAT digunakan karena keterbatasan akses internet kita menggunakan IP public.
Untuk konfigurasinya bisa dipilih menu IP> Firewall> NAT. Untuk pilihan di NAT berupa:
Chain: srcnat
Out interface: wlan1 (tergantung dari mana sumber internet)
Action: Masquerade
klik apply dan ok.

Konfigurasi IP Address di Laptop atau PC beserta DNS
Pada interfaces ethernet laptop atau pc agar bisa terhubung harus di ganti dengan ip yang kamu buat di ether berapa kamu menghubungkan laptop kamu dengan router.
Lakukan test ping google di terminal laptop atau pc dengan perintah ping google.com
Sekian itu saja dari saya terima kasih
Wasalamualaikum wr.wb.

G. Kesimpulan
Bagi yang baru mengenal itu mikrotik harus mencoba konfigurasi dasar mikrotik seperti membuat IP address dan lain-lain.


H. Referensi
www.mikrotik.co.id

Kamis, 04 Mei 2017

MNDP Management (Mikrotik Neighbour Discovery Protocol)

Mei 04, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
MNDP (Mikrotik Neighbour Discovery Protocol) pada mikrotik merupakan fitur yang digunakan untuk menemukan device yang menggunakan device mikrotik, secara default MNDP aktif pada semua perangkat mikrotik.

B. Latar Belakang
Membuat keamanan router karena dari IP service itu saja belum cukup keamanan router kita.

C. Alat & Bahan
1. Laptop atau PC
2. Mikrotik Routerboard
3. kabel UTP

D. Durasi 
4 menit.

E. Tahap Pelaksanan
1. Pada konfigurasi kali ini saya membuka winbox meggunakan ethernet 2 dari Mikrotik. Jika kita sudah masuk di winbox pilih menu IP > Address, buat ip terserah di eth2 dan seterusnya.

2. Sesudah itu kita buka menu IP > Neighbor > Discovery interfaces, klik eth2 di disable karena saya mendapatkan info(akses) dari router di eth2 jadi di disable.
3. Kita disconnect dari winbox dan coba refresh hasilnya IP yang kita buat di eth2 tidak terlihat mau kamu refresh berkali-kali tetap tidak terlihat.
4. Klik Connect bisa masuk lagi ini seperti cuman tidak menampilkan IP yang kamu buat tadi, tapi bisa connect setelah masuk kita akan enable kan kembali eth2 di Discovery interfaces.
5. Setelah kita enable lalu kita disconnect kan lagi dan terlihat IP tersebut.
F. Kesimpulan 
  Dengan kita disable interface tersebut maka saya tidak dapat mendapatkan informasi di router yang terpasang dan membuat router kita lebih aman.

G. Referensi 
www.mikrotik.co.id 
http://endriskanet.blogspot.co.id/2017/04/management-mndpmikrotik-neighbour.html

Rabu, 03 Mei 2017

Konfigurasi Vlan dengan Laptop

Mei 03, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

 
A. Pengertian
Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.

B. Latar Belakang 
Bertanya apakah vlan bisa langsung di hubungkan ke laptop.

C. Tujuan
Menghubungkan vlan langsung pada laptop tanpa mengubah vlan ke fisik.

D. Alat & Bahan
Laptop atau PC
Mikrotik Routerboard
kabel UTP

E. Waktu Pelaksanaan
7menit

F. Tahapan Pelaksanaan

Pertama kita membuat vlan di ethernet yang terhubung pada laptop dengan Vlan ID: 1200.

Kita buat IP untuk di tes nantinya.
Kemudian kita setiing di DHCP untuk Vlan di DHCP Setup.
Setting IP laptop dengan membuat network dengan edit connections> add> VLAN. Kalau sudah di setting save.
Dan kita coba cek di terminal ifconfig akan muncul vlan dengan ip address otomatis.
G. Kesimpulan 
Konfigurasi vlan itu sama dengan kabel fisik.

H. Referensi 
www.mikrotik.co.id

Fungsi Menu dan Submenu pada WinBox

Mei 03, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments


1. Interfaces => Menu interface merupakan gerbang trafik keluar atau masuk ke mikrotik. Secara default mikrotik hanya mengenali interface yang secar fisik memang ada. Kita dapat merubah nama interface tersebut dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengindetifikasi fungsi.
2. Bridge => Menu Bridge merupakan menu untuk menghubungkan dua segmen network terpisah bersama-sama dalam suatu protokol sendiri
3. PPP => PPP (Point to Point Protocol), merupakan paket yang memuat protokol PPP. Paket ini diperlukan untuk fitur komunikasi serial deng
an menggunakan PPP, ISDN PPP, L2TP, dan PPTP serta komunikasi PPP on Ethernet(PPPoE). Paket PPP digunakan untuk komunikasi Wide Area Network dengan menggunakan komunikasi serial
4. Switch => Menu Switch ini merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN)
5. Mesh => Menu Mesh ini digunakan untuk melakukan implementasi topologi Mesh
6.  IP => Menu IP digunakan untuk pengaturan IP yang terdiri dari ARP, Accounting, Adresses, DHCP Client, DHCP Relay, DHCP Server, DNS, Server, Firewall, Hotspot, IPsec, Neighbors,


Fungsi Sub Menu Pada Menu IP ;
- ARP List : (Address Resolution Protocol) Fungsinya untuk melihat semua ARP yg terkonesik dan informasi yang dimunculkan yaitu IP, Mac Address dan Interface yang terkoneksi.

- Accounting : Untuk ini saya tidak pernah menggunakan fungsinya jadi belum bisa saya informasikan dengan baik namun dari namanya mungkin teman2 sudah pada bisa membayangkan fungsi dan kegunaannya.

- Address : Nah pada bagian ini adalah yang paling penting dari suatu jaringan yaitu IP Address. Pada menu ini kita bisa menambah/menghapus/mengedit sebuah atau lebih IP Address sesuai kebutuhan kita.

- DHCP Client : (Dynamic Host Configuration Protocol) Dimenu ini berfungsi untuk mengaktifkan DHCP client pada perangkat dengan OS Mikrotik.

- DHCP Relay : Di menu ini berfungsi untuk mengaktifkan DHCP relay


- DHCP Server : (Dynamic Host Configuration Protocol) Pada menu ini berfungsi untuk membuat atau mengaktifkan DHCP Server dan selain untuk mengaktifkan DHCP Server pada menu ini kita juga bisa melihat IP-IP yang telah didapatkan oleh client secara otimatis beserta network yang ada.
Sekilas Perihal DHCP yaitu singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol  yang mana fungsinya yaitu untuk memberikan IP dan DNS secara otomatis pada client yang merequestnya sehingga ketika siclient mau konek ke internet tidak perlu bersusah payah untuk mensetting IP address dan DNS pada perangkat yang dipergunakan.

- DNS : (Domain Name System) pada menu ini berfungsi untuk mensetting DNS pada perangkat Mikrotik.

- Firewall : Pada menu ini sangat banyak yang dapat kita lakukan yaitu seperti : Melakukan blok pada content atau IP melalui Filter relus, Melakukan NAT di menu NAT, Melakukan mangle yaitu melakukan penandaan pada sebuat trafik lalu diproses sesuai kebutuhan, Service port, Address List (pengelompokan IP) untuk kebutuhan yg lebih advanced, Dan Layer7 Protocol.

- Hotspot : Pada menu ini kita bisa membuat sebuah server hotspot dan semua yang dibutuhkan yang berhubungan dengan hotspot dapat kita lakukan pada menu ini. Sangat banyak fitur-fitur yang berhubungan dengan system hotspot yang akan kita temukan pada menu ini.

- IPSec : Menu ini pada Mikrotik saya belum pernah pakai, namun kita akan mencoba membahas perihal IPSec pada pembahasan selanjutnya.

- Neighbors : Pada menu ini kita dapat melihat informasi perihal Neighbors List perangkat2 yang terhubung ke perangkat kita.

- IP Packing : Secara singkat fungsi dari fitur ini adalah untuk melakukan 're-packs' (mengemas ulang) dari paket data yang dikirimkan.

- IP Pool : pada menu ini kita bisa menambahkan IP Pool/range IP yang akan dipergunakan nantinya seperti di DHCP, hotspot atau PPTP dan kebutuhan lainnya.

- Router : Pada menu Router ini berfungsi untuk menentukan sebuah gateway dari jaringan yang ada sesuai kebutuhan.

- SMB : Pada menu ini kita dapat mengaktifkan service SMB yang mana fungsi SMB ini sama halnya dengan fungsi service Samba pada linux atau file sharing pada Windows.

- SNMP : Pada menu ini berfungsi untuk mengaktifkan service SNMP pada perangkat berOS Mikrotik yang mana fungsi dari SNMP ini agar dapat dilakukan graph baik itu Trafik, resource maupun yang lainnya dari perangkat yang digunakan dalam bentuk grafik seperti MRTG dan cacti.

- Service : Pada menu ini kita bisa menaktifkan atau menonaktifkan service API, FTP, SSH, TELNET, WINBOX, WWW, WWW-ssl serta kita juga dapat merubah port yang digunakan sesuai kebutuhan (biasanya merubah port defaultnya untuk kebutuhan keamanan dan juga jika agar tidak bentrok dengan port service lain jika kita ingin menggunakan service yg sama namun dengan berbeda port atau sebaliknya).

- IP Setting : Pada menu ini kita dapat mengaktifkan atau menonaktifkan seperti IP Forward, Send Redirects, Accept Redirect, Secure Redirect, dan Allow Fast Path.

- Socks : Ini menu untuk Socks Settings.

- TFTP : Pada menu ini kita dapat mengkatifkan atau menonaktifkan TFTP.

- Traffic Flow : Pada menu ini kita dapat melakukan Traffic Flow Setting.

- UPnP : Pada Menu ini kita ada melakukan UPnP Setting.

- Web Proxy : OS Mikrotik selain dari berfungsi sebagai router yang handal juga dimanjakan dengan berbagai fitur yang sangat menggiurkan dan salah satunya yaitu Web Proxy. Pada menu web proxy ini kita bisa melakukan setting Web proxy Server pada perangkat berOS Mikrotik walaupun fitur dan kehandalannya belum sekalibar yang tersedia untuk Linux yang memang sengaja dikembangkan untuk server.

7. MPLS => Pada Menu MPLS ini kita dapat membuat interface virtual MPLS VPLS dan juga beberapa fitur-fitur MPLS dapat kita setting pada menu ini. MPLS (Multi Protocol Label Switching) merupakan sebuah teknik yang menggabungkan kemampuan manajemen switching yang ada dalam teknologi ATM dengan fleksibilitas network layer yang dimiliki teknologi IP.Fungsi MPLS yaitu penyambungan dan pencarian jalur dalam jaringan computer. Sub Menu MPLS terdiri dari MPLS, Traffic Eng, VPLS.
8. Routing => Pada menu routing ini kita dapat melakukan berbagai fasilitas routing yang ada dan juga fitur-fitur pendukung routing yaitu : BFD, BGP, OSPF,RIP, Filters, MME, Prefix Lists.

Selasa, 02 Mei 2017

Mengenal VLAN

Mei 02, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
Virtual LAN (Virtual Local Area Network) atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.

Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team.

B. Keuntungan VLAN
 
Penerapan sebuah teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel untuk mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:


•Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.

• Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.

• Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.kjk

• Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.

• Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.

• Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
 C. Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/VLAN 



Rabu, 26 April 2017

PERALATAN JARINGAN

April 26, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

PERALATAN JARINGAN


Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling
dihubungkan untuk berbagi sumber daya.

Peralatan jaringan yang umum dipakai adalah sebagai berikut:

1. MODEM
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan
bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa ( carrier ) dan
siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat
komunikasi dua arah.
Jenis Modem :

a. Modem ADSL
Modem teknologi ADSL (Asymetric Digital Subscribe Line) yang memungkinkan
berselancar internet dan menggunakan telepon analog secara berbarengan. Caranya sangat mudah, untuk ADSL diberikan sebuah alat yang disebut sebagai Splitter atau pembagi line. Posisi Splitter ditempatkan di depan ketika line telepon masuk. Artinya anda tidak boleh mencabangkan line modem untuk ADSL dengan suara secara langsung. Alat Splitter berguna untuk menghilangkan gangguan ketika anda sedang menggunakan ADSL modem. Dengan Splitter keduanya dapat berjalan bersamaan, sehingga pengguna dapat menjawab dan menelpon seseorang dengan telepon biasa. Di sisi lain, pengguna tetap dapat terkoneksi dengan internet melalui ADSL modem.
Modem ADSL umumnya memiliki dua tipe yang konek ke komputer:
1. USB (Universal Serial Bus)
2. Ethernet/ LAN port
Modem ADSL juga ada yang digabungkan dengan Fitur Wireless sehingga bisa
mendistribusikan koneksi ke perangkat wireless atau ke laptop langsung.

Koneksi ADSL ke ClearOS bisa menggunakan tipe external static (ditentukan ip
addressnya secara manual), external dinamic (Modem dienable DHCP server)
atau external PPPOE ( modem mode bridge, masukan user dan password dari ISP di Server ClearOS). Untuk external static dan dinamic, user dan password
dimasukkan di modem,modem mode router.

b. Modem GSM/ CDMA
Modem GSM/CDMA support dengan tipe jaringan GPRS/EDGE dan 3G/HSDPA yang merupakan layanan internet dari operator selular. Modem GSM/CDMA memakain koneksi USB untuk terhubung ke komputer client.
c. Modem Satelit/VSAT
VSAT (dalam bahasa Inggris, merupakan singkatan dari Very Small Aperture
Terminal
) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima
berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi. Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner merupakan satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya yang dimungkinkan karena mengorbit pada titik yang sama di atas permukaan bumi, dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya.
Komponen VSAT, terdiri dari:

• Unit Luar ( Outdoor Unit (ODU):
1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang
pada atap, dinding atau di tanah.

2. BUC ( Block Up Converter ), yang menghantarkan sinyal informasi ke
satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).

3. LNB (Low Noise Block Up), yang menerima sinyal informasi dari satelit.
Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).

• Unit Dalam ( Indoor Unit (IDU)):
1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel
Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel
berukuran panjang tidak lebih 50 meter.

2. IFL ( Inter Facility Link ). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU.
Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya
menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
d. Modem Kabel
Modem kabel digunakan untuk untuk koneksi internet via saluran TV kabel. Kabel yang digunakan tipe coaxial.
2. HUB dan SWITC
Secara fisik HUB dan SWITCH sama, kegunaan secara umum pun sama yaitu
menghubungkan antara device jaringan dan/atau antara komputer dalam jaringan. Tetapi

a. HUB
Hub merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual beroperasi
pada layer 1 (Physical Layer). Maksudnya, hub tidak menyaring menerjemahkan
sesuatu, hanya mengetahui kecepatan transfer data dan susunan pin pada kabel.
Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan. Hal ini menyebabkan fungsi colossion lebih sering terjadi.

Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat
yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka akan terjadi
tabrakan (collision) karena menggunakan jalur yang sama (jalur broadcast yang
sama) sehingga paket data akan menjadi rusak yang mengakibatkan pengiriman
ulang paket data. Jika hal ini sering terjadi maka collison yang terjadi dapat
mengganggu aktifitas pengiriman paket data yang baru maupun ulangan. Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data. Oleh karena itu secara fisik, hub mempunyai lampu led yang mengindikasikan terjadi collision. Sebenarnya cara kerjanya berbeda jauh.

Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada hub, maka pengiriman paket data tersebut akan terlihat dan terkirim ke setiap port lainnya sehingga bandwidth pada hub menjadi terbagi ke seluruh port yang ada. Semakin banyak port yang tersedia pada hub, maka bandwidth yang tersedia menjadi semakin kecil untuk setiap port. 
Hal ini membuat pengiriman data pada hub dengan banyak port yang terhubung pada komputer menjadi lambat.

b. SWITCH
Switch merupakan suatu device pada jaringan yang secara konseptual berada
pada layer 2 (Datalink Layer) dan ada yang layer 3 (Network Layer). Maksudnya, switch pada saat pengirimkan data mengikuti MAC address pada NIC (Network Interface Card) sehingga switch mengetahui kepada siapa paket ini akan diterima. Jika ada collision yang terjadi merupakan collision pada port-port yang sedang saling berkirim paket data. Misalnya ketika ada pengiriman paket data dari port A ke port B dan pada saat yang sama ada pengiriman paket data dari port C ke port D, maka tidak akan terjadi tabrakan (collision) karena alamat yang dituju berbeda dan tidak menggunakan jalur yang sama. Semakin banyak port yang tersedia pada switch, tidak akan mempengaruhi bandwidth yang tersedia untuk setiap port. Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa switch lebih baik daripada hub baik secara perbandingan konseptual maupun secara prinsip kerjanya. Perbedaan cara kerja ini menjadi perbedaan mendasar antara hub dengan switch. Perbedaan ini pula mengakibatkan transfer data switch lebih cepat daripada hub karena switch langsung mengirim paket data ke komputer tujuan, tidak mengirim ke seluruh port yang ada (broadcast) sehingga bandwidth yang ada pada switch dapat digunakan secara penuh.


Manageable Switch VS Unmanageable Switch
Switch yang beredar dipasaran ada dua jenis, unmanageable dan manageable. Jika kita beli selama ini kemungkinan besar jenis unmanageable switch. Manageable switch memiliki kelebihan-kelebihan tertentu dibanding unmanageable switch (tentunya dikomparasi dengan harga yang lebih mahal dibanding unmanageable switch)

Fungsi-fungsi Manageable Switch sebagai berikut:
- Mengaktifkan/menonaktifkan port-port tertentu.
- Memberi prioritas lebih tinggi untuk port tertentu.
- Mengaktifkan pengaturan bandwith untuk masing-masing port.
- Snmp monitoring dan mencek apakah peralatan yang terhubung ke switch aktif atau tidak.
- link aggregation, menggabungkan beberapa port menjadi satu koneksi untuk
mendapatkan bandwidth yang lebih besar.



3. NIC (Network Interface Card) / LAN Card
NIC (network interface card) adalah expansion board yang digunakan supaya komputer dapat dihubungkan dengan jaringan. Sebagian besar NIC dirancang untuk jaringan, protokol, dan media tertentu. NIC biasa disebut dengan LAN card (Local Area Network Card).
LAN Card yang secara umum dipakai, berbasis teknologi Ethernet.

Ethernet LanCard jenisnya ada dua :
1. 10/100 BaseT
Bekerja di kecepatan maksimal10mbps sampai 100mbps
2. Gigabit Lan
Bekerja di kecepatan maksimal 1000mbps/1 gbps

Tipe konektor LanCard ada dua :
1. BNC : untuk kabel Coaxial.
2. RJ45 : untuk kabel UTP/STP (ini yang secara umum dipakai)
Berdasarkan jumlah port :
1. Single Port LanCard
2. Multiport LanCard
Secara umum, Lancard menggunakan slot PCI untuk terhubung dengan Motherboard, tetapi dengan perkembangan yang ada sekarang, dan mulai di pakenya port PCI express, maka lancard ada yang memakai port PCIe. Cirinya, boardconectornya lebih pendek dibanding PCI biasa.

Selasa, 25 April 2017

Wireless Concept

April 25, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
Wireless concept adalah suatu tatanan ketentuan yang harus di patuhi dan diterapkan pada saat membangun jaringan dengan wireless.

B. Latar Belakang
Banyaknya pengguna wireless yang tidak menerapkan atau mematuhi konsep pada wireless yang mengakibatkan frekuensi bertabrakan ataupun permasalahan yang lain.

C. Maksud dan Tujuan
Supaya pengguna wireless dapat menerapkan konsep wireless saat membangun suatu jaringan menggunakan wireless.

D. Wireless Concept 

1. Wireless LAN - 802.11
802.11 – 2.4Ghz
- 802.11-b : Wireless Lan yang menggunakan Frequency
2.4Ghz berkecepatan transfer data 11Mbps.
- 802.11-b/g : Wireless Lan yang menggunakan Frequency
2.4Ghz berkecepatan transfer data 54Mbps.
- 802.11-b/g/n : Wireless Lan yang menggunakan
Frequency 2.4Ghz berkecepatan transfer data 300Mbps.

802.11 – 5Ghz
- 802.11-a/g : Wireless Lan yang menggunakan Frequency
5Ghz berkecepatan transfer data 54Mbps.
- 802.11-a/g/n : Wireless Lan yang menggunakan
Frequency 5Ghz berkecepatan transfer data 300Mbps.

Pada saat kita membangun jaringan wireless nantinya kita akan menemukan pilihan band lihat disini
itu kita akan memilih sesuai dengan siapa yang menerima wireless tersebut seperti pada 2.4Ghz nanti ada pilihan seperti penjelasan di atas karena tidak semua perangkat itu mendukung b/g/n atau band lainnya.

2. Channels 80211
Tidak semua wireless menggunakan pemilihan frekuensi ada juga yang menggunakan pemilihan channels tidak jauh berbeda dengan frekuensi bisa dilihat di atas. Channels 1= 2401- 2412- 2423 channels berkemungkinan berpindah-pindah frekuensi.

3. Kaidah dalam WirelessLAN

Kaidah Wireless:
Tx power - Daya pancar signal wireless
Rx Sensivity - Sensitifitas menerima signal
Looses - Hambatan karena kabel dan konektor
EIRP - Daya pancar total beserta antenna
Free Space Loss (FSL) - Hambatan udara

Kaidah Wireless Outdoor: 
Line of Signt - Hambatan dan penghalang
Freznel Zone - Media rambat Frekuensi
Lengkung Bumi - Penghalang Wlan jarak jauh

E. Kesimpulan
Saat membangun jaringan dengan wireless alangkah baiknya kita memahami dulu konsep wireless agar tidak terjadinya permasalahan setelah membangun wireless.

F. Referensi
www.mikrotik.co.id
https://muzakkirahman.blogspot.co.id/2017/03/wireless-concept.html

USB Tethering Android di Mikrotik

April 25, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
Tethering merupakan salah satu cara untuk melakukan sharing koneksi internet dari satu device ke device yang lain, misalnya sharing koneksi internet dari smartphone ke device lain seperti laptop. Sharing koneksi ini bisa menggunakan media bluetooth, wireless, atau kabel USB. Dalam konteks artikel ini, kita akan melakukan sharing internet dari smartphone Android ke router Mikrotik menggunakan media kabel USB.

B. Latar Belakang
Biasanya untuk menghubungkan internet smartphone biasanya kita menggunakan hotspot dan itu menghabiskan cukup banyak daya baterai yang digunakan.


C. Tujuan
Menghubungkan internet melalui USB tethering ke mikrotik dan untuk menghemat baterai karena usb tersebut juga mengalirkan listrik ke smartphone.

D. Waktu dan di perlukan
2menit

E. Tahap dan Pelaksanaan
Hubungankan smartphone ke Mikrotik dengan kabel USB.

Di pengaturan > Lainnya dan Penambatan USB centang.
Pastikan di interface USB tersambung lambang lte1.
Supaya kita terhubung ke internet, aktifkan DHCP Client karena smartphone yang terhubung sebelumnya DHCP server dan tunggu status sampai bound.
Aktifkan satu IP lagi karena itu untuk akses internet buat pembuat.
Aktifkan lagi DNS nawala yang tidak akan bisa mengakses internet negatif.
Menuju ke IP > Firewall dan ke menu NAT dan setting Out.Interface ganti ke lte1 dan ke menu Action dan ganti ke masquered apply dan ok.
Setting IP ke method manual dan IP sesuai yang di buat tadi DNS juga di kasih IP nawala sudah save lalu disconnect terus connectkan kembali agar lebih reboot jaringan di disable lalu enable lagi kemudian cek mozilla ketik di URL google.com.
F. Kesimpulan
Dengan menggunakan USB Tethering Android kita tidak khawatir kehabisan baterai smartphone.

G. Referensi
www.mikrotik.co.id
https://muzakkirahman.blogspot.co.id/2017/02/usb-tethering-android-di-mikrotik.html