• LinkedIn
  • Join Us on Google Plus!
  • Subcribe to Our RSS Feed

Kamis, 18 Mei 2017

Point to point dengan OSI layer 2 (Data Link)

Mei 18, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments



A. Pengetian
Virtual LAN (Virtual Local Area Network) atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama.

B. Latar Belakang
Untuk mempelajari Vlan lebih luas (OSI 2 atau link)

C. Tujuan
Memahami cara kerja Vlan pada OSI link.

D. Alat & Bahan
- Laptop atau PC
- Mikrotik Routerboard
- Kabel UTP

E. Durasi
5 menit


F. Taahapan Pelaksanaan
Pertama kita buat interface Vlan dengan maasuk ke menu Interface> add(+)> VLAN. Isi dengan Vlan ID yang sudah di samakan dan interfacenya harus yang masuk di router, apply dan ok.
Buatlah ip address untuk Vlan dan interface yang mengkonfigurasi dengan masuk ke menu IP> add(+), sudah di buat klik apply dan ok.
Kalau sudah kita konfigurasi ip addressnya kita bridge ip vlan dan interface yang keluar ke router yang satunya.

Sesudah mengkonfigurasi bridge. Kita setting ip laptop dengan ip yang sudah di buat tadi.


Dan kita coba ping ke ip yang berlawanan.





G. Kesimpulan 
Meminimalisir penggunaan kabel fisik di jaringan nirkabel.

H. Referensi
www.mikrotik.co.id


Selasa, 16 Mei 2017

Konfigurasi EoIP Tunneling dengan Mikrotik

Mei 16, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments


A. Pengertian 
EoIP Tunnel adalah program tunnel yang hanya ada pada perangkat yang digunakan untuk membangun network tunnel. EoIP Tunnel tidak menggunakan enkripsi dalam pengiriman paket datanya, tidak menyarankan menggunakan EoIP Tunnel untuk transfer data yang memiliki keamanan yang tinggi.


B. Latar Belakang 
Berbagi tentang konfigurasi EoIP


C. Tujuan 
Membuat Tunnel atau terowongan pada jaringan EoIP


D. Alat & Bahan
Laptop atau PC
Mikrotik Routerboard
Kabel UTP

E. Waktu Pelaksanaan
10menit


F. Tahapan Pelaksanaan
Pertama Konfigurasi IP address sesuai pada topologi yang di atas.
Kedua hubungkan tiap router dengan access point ap bridge dan penerima stasion bridge dengan yang mengkonfigurasi adalah laptop atau client.
Ketiga buat Interfaces EoIP pada menu Interfaces> EoIP Tunnel> add(+).


Untuk pengisian di EoIP Tunnel remote address= IP publik lawan, Tunnel ID= ID antar router EoIP harus sama, klik apply dan ok. Router (wlanAP)
Router (wlanCP)

Kemudian buat interface bridge dan tambahkan eth2 dan interface eoip-tunnel pada port bidge, klik apply dan ok. Router (wlanAP)


Router (wlanCP)
Konfigurasi bridge ini hampir sama dengan router yang AP


Jangan lupa setting IP pada masing-masing laptop atau pc, kemudian uji coba ping antar ip laptop dan router. Router (wlanAP)
 Hasil dan dari Router (wlanAP)
 Router (wlanCP)

G. Referensi
www.mikrotik.co.id


Filter IP ke Routerboard (accept few, drop any)

Mei 16, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian 
Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

B. Latar Belakang 
Menghindarkan serangan dari luar router.

C. Tujuan
Memperkecil terjadinya serangan dari luar router.

D. Alat dan Bahan
- Laptop atau PC
- Mikrotik Raouterboard
- kabel UTP

E. Waktu Pelaksanaan 
5 menit

F. Tahapan Pelaksanaan
Langsung masuk ke menu IP> Firewall> Filter Rule> add (+).
Konfigurasi ini tidak jauh berbeda dengan Filter IP ke Routerboard (drop few, accept any), cuman di balik IP statik yang bisa masuk ke router dan IP dhcp tidak bisa masuk.
Kemudian tambahkan rule accept.

Hasil dari konfigurasi ini accept ip statik dan drop rule.
Setiing ip laptop dengan ip 192.168.20.2 dan tes ip dengan mengeping 192.168.20.1

Masuk ke ip router dan rule tidak bisa berhasil mengeping router

G. Kesimpulan
Kita bisa memilih mana yang tidak boleh masuk ke router dan yang boleh masuk.

H. Referensi
www.mikrotik.co.id

Filter IP ke Routerboard (drop few, accept any)

Mei 16, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian 
Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.

B. Latar Belakang
Menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dari luar router.

C. Tujuan
Meminimalisir terjadinya serangan dari luar router.

D. Alat dan Bahan
Laptop atau PC
Mikrotik Routerboard
Kabel UTP

E. Waktu Pelaksanaan
5 menit

F. Tahapan Pelaksanaan
Pertama kita harus setting IP yang tersambung ke router.
Kedua kita ke menu IP> Firewall> Filter Rules> add(+)
Konfigurasi chain: input kemudian yang drop adalah ip address 192.168.20.2, untuk action: drop.

Kemudian untuk Rule accept, tambahkan sebagai berikut.

Hasil dari konfigurasi tadi ada di bawah, perlu di ketahui router membaca rule dari atas ke bawah jadi rule yang akan di prose terlebih dahulu adalah yang berada di atas kemudian turun rule selanjutnya.
Kemudian setting ip laptop menjadi ip 192.168.20.2/28 dan tes ping di terminal ke ip router 192.168.20.1

Yang akan terjadi akan tidak bisa mengeping ke ip router dan kalau ip laptop di setting dengan dhcp hasilnya akan bisa ping.





G. Kesimpulan 
Kita bisa memilih mana yang boleh masuk dan apa yang boleh masuk.


H. Referensi 
www.mikrotik.co.id

Jumat, 12 Mei 2017

Konsep Menejemen Proyek di bidang IT

Mei 12, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek.Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh waktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah.

Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.

Prinsip Umum Manajemen Proyek George R. Terry telah merumuskan fungsi fungsi tersebut sebagai POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Paling terpenting adalah Fungsi 4 ini.


A. Planning (Perencanaan)
   Planning adalah proses yang secara sistematis mempersiapkan kegiatan guna
mencapai tujuan dan sasaran tertentu. Kegiatan diartikan sebagai kegiatan
yang dilakukan dalam rangka pekerjaan konstruksi, baik yang menjadi
tanggung jawab pelaksana (kontraktor) maupun pengawas (konsultan).
Kontraktor maupun konsultan, harus mempunyai konsep planning” yang
tepat untuk mencapai tujuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing.

Pada proses planning perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :
•Permasalahan yang terkait dengan tujuan dan sumber daya yang tersedia.
•Cara mencapai tujuan dan sasaran dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia.
•Penerjemahan rencana kedalam program-program kegiatan yang kongkrit.
•Penetapan jangka waktu yang dapat disediakan guna mencapai tujuan dan sasaran.


B. Organizing (Pengorganisasian)
   Organizing (pengorganisasian kerja) dimaksudkan sebagai pengaturan atas suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dipimpin oleh pimpinan kelompok dalam suatu wadah organisasi. Wadah organisasi ini menggambarkan hubungan-hubungan struktural dan fungsional yang diperlukan untuk menyalurkan tanggung jawab, sumber daya maupun data.

Dalam proses manajemen, organisasi berfungsi untuk :
• menjamin terpeliharanya koordinasi dengan baik.
• membantu pimpinannya dalam menggerakkan fungsi-fungsi manajemen.
• mempersatukan pemikiran dari satuan organisasi yang lebih kecil yang berada di dalam kordinasinya.

Dalam fungsi organizing, koordinasi merupakan mekanisme hubungan struktural maupun fungsional yang secara konsisten harus dijalankan. Koordinasi dapat dilakukan melalui mekanisme :
• koordinasi vertikal (menggambarkan fungsi komando),
• koordinasi horizontal (menggambarkan interaksi satu level); dan
• koordinasi diagonal (menggambarkan interaksi berbeda level tapi di luar fungsi komando).


C. Actuating (Penggerakan)
Actuating diartikan sebagai fungsi manajemen untuk menggerakkan orang yang tergabung dalam organisasi agar melakukan kegiatan yang telah ditetapkan di dalam planning. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pimpinan kelompok untuk menggerakkan mengarahkan dan memberikan motivasi kepada anggota kelompoknya untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi dalam menyukseskan manajemen proyek mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Berikut ini beberapa metoda mensukseskan “actuating” yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu:
• Hargailah seseorang apapun tugasnya sehingga ia merasa keberadaannya di dalam kelompok atau organisasi menjadi penting.
• Instruksi yang dikeluarkan seorang pimpinan harus dibuat dengan mempertimbangkan adanya perbedaan individual dari pegawainya, hingga dapat dilaksanakan dengan tepat oleh pegawainya.
• Perlu ada pedoman kerja yang jelas, singkat, mudah difahami dan dilaksanakan oleh pegawainya.


D. Controling (Pengendalian)
Controlling diartikan sebagai kegiatan guna menjamin pekerjaan yang telah
dilaksanakan sesuai dengan rencana. Didalam manajemen proyek jalan atau jembatan, controlling terhadap pekerjaan kontraktor dilakukan oleh konsultan melalui kontrak supervisi, dimana pelaksanaan pekerjaan konstruksinya dilakukan oleh kontraktor. Pengawas Umum (General Superintendat) berkewajiban melakukan Pengendalian (secara berjenjang) terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh staf di bawah kendalinya yaitu Site Administration, Quantity Surveyor, Materials Superintendant, Construction Engineer, dan Equipment Engineer untuk memastikan masing-masing staf sudah melakukan tugasnya dalam koridor “jaminan kualitas (quality assurance)”. Sehingga, tahap-tahap pencapaian sasaran sebagaimana direncanakan dapat dipenuhi.

Ruang lingkup kegiatan controlling mencakup pengawasan atas
seluruh aspek pelaksanaan rencana, antara lain adalah:
• Produk pekerjaan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
• Seluruh sumber-sumber daya yang digunakan (manusia, uang, peralatan, bahan)
• Prosedur dan cara kerjanya
• Kebijaksanaan teknis yang diambil selama proses pencapaian sasaran. Controlling harus bersifat obyektif dan harus dapat menemukan fakta-
fakta tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan berbagai
faktor yang mempengaruhinya. Rujukan untuk menilainya adalah
memperbandingkan antara rencana dan pelaksanaan, untuk
memahami kemungkinan terjadinya penyimpangan.


Referensi
www.mikrotik.co.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek

Konfigurasi Simple Bandwith dengan target IP

Mei 12, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
QoS (Quality of Service) adalah metode untuk mengatur bandwith yang bertujuan agar tidak terjadinya monopoli penggunaan bandwith sehingga semua client atau client yang kita prioritaskan bisa mendapatkan jatah bandwith masing-masing.

Pada router OS QoS di kenal dengan Bandwith Management untuk paket yang kita gunakan adalah Queue. Terdapat 2 metode yang digunakan pada queue yaitu:

1. Simple Queue : merupakan jenis bandwith yang mudah dan simple dalam konfigurasinya. Simple Queue digunakan untuk management trafik uploud dan download pada masing-masing client.

2. Queue Tree : merupakan jenis bandwith management yang mengelompokan bandwith management kedalam group sehingga nanti akan terlihat seperti hierark. Fungsinya hampir sama dengan simple queue namun untuk Queue Tree ini kita harus mengaktifkan mangle untuk trafik paket pada firewall, sehingga kita melakukan limitasi dan prioritas pada paket trafik paket apapun semisal browsing, streming, game, email dan lain-lain.
Untuk Konfigurasi Simple:

B. Latar Belakang 
Supaya kita bisa memilih mana yang lebih di pentingkan atau di prioritaskan.

C. Alat & Bahan
1. Internet
2. Laptop atau PC
3. Routerboard Mikrotik
4. kabel UTP

D. Waktu 
5 menit

E. Tahapan Pelaksanaan
Pertama koneksikan laptop ke internet menggunakan routerboard yang terhubung dengan wifi atau AP. Untuk konfigurasinya lihat di konfigurasi sebelumnya.
Kita akan membatasi atau limitasi koneksi laptop pada IP 192.168.20.2/28 dengan bandwith Uploud=512kb dan download=384kb.
Untuk konfigurasinya masuk pada menu Queue> Simple Queue> add(+).
Untuk submenu general isikan Name: queue1, Target=192.168.20.2(IP Laptop), lalu Max limit target Uploud=512kb dan Max limit target Download=384kb, jangan lupa klik apply dan ok.
Kemudian uji coba kembali pada speedtest di speedtest.net 
Dan akan terlihat trafik uploud dan download tidak melebihi batas yang di tentukan pada konfigurasi sebelumnya.

F. Referensi 
www.mikrotik.co.id


Selasa, 09 Mei 2017

Konfigurasi DHCP-IP Static

Mei 09, 2017 // by Mahatma Yudha Prayetna // // No comments

A. Pengertian
http://mahatmayudha.blogspot.co.id/2017/04/dhcp.html

B. Latar Belakang
Alasannya karena keamaanan pada DHCP-Server, jadi ini akan mempermudah kita dalam monitoring ke client.

Untuk membuat client tidak bisa memakai IP secara statik kita juga akan menggunakan fitur ARP. Sebelumnya apa itu ARP? ARP (address resolution protocol) adalah sebagai pemetaan antara ip adddress dan mac-address yang dimilii oleh suatu device. Tapi kita bisa juga menggunakan laptop/pc 1 aja dengan hanya mengganti IP manual atau DHCP.
Perhatikan topologi berikut: 
C. Alat dan Bahan
- Laptop atau PC
- MIkrotik Routerboard
- kabel UTP
- Swicth
- Internet

D. Tahapan Pelaksanan
Kita harus mengkonfigurasi atau menyiapkan DHCP Server pada Routerboard.
Double klik pada dhcp server tersebut centang (√) pada Add ARP For leasses.
Kemudian kita masuk ke menu interfaces untuk ARP untuk menjadi mode read only, masuk ke Interfaces> Pililih Interface yang di gunakan untuk DHCP server> ARP=reply-only.
Untuk pengujian coba ganti IP address laptop atau pc yang kalian gunakan menjadi statik seupama 192.168.20.4 atau yang lain dan kalau ada DNS tambahkan dnsnya klik save disconnectkan dan connectkan kembali sambungan.
Coba askes ping ke ip yang ada pada interface router yang terhubung ke laptop atau pc, hasilnya laptop atau pc tidak bisa ping ip yang ada di router.
Kalau kalian ganti dengan Method=Automatic DHCP disconnect dan connect kembali, laptop atauu pc kalian akan bisa ping interface router.

E. Kesimpulan
DHCP ini cuman memperbolehkan yang dhcp atau otomatis tetapi tidak memperbolehkan yang statik masuk ke jaringan dhcp.

F. Referensi
www.mikrotik.co.id